Pores in Granular Starches versi Indonesia
Assalamu'alaikum
Kayanya perlu juga nih sekali-sekali nulis dalam bahasa "Ibu" biar mudah dimengerti hehehhehe
,
nah sekarang yang mo dibahas ya apalagi... kalo bukan hal penelitian
yang sebelumnya udah di-post seminggu yang lalu cuma sekarang bedanya
cuma di-bahasa plus mungkin agak lebih lengkap di sini, mudah-mudahan
lebih mudah dimengerti
.
Penelitian yang sedang dilakuin ampe saat ini topiknya adalah enzim, alpha-amylase, dari mikroorganisme Microbacterium aurum yang mampu mendegradasi -mengolah- pati (pati mentah atau raw starch -granular starch-). Kenapa pati mentah dan kenapa mikroorganisme ini yang digunakan? Satu-satu akan dijelaskan walopun mungkin ga akan terlalu mendalam.
Kenapa pati mentah? karena banyak industri yang menggunakan pati sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam produk terutama produk makanan. Terus apa tuh pati? Pati itu merupakan salah satu sumber karbohidrat yang melimpah dan biasanya tersimpan dalam salah satu organel -bagian dari sel- tumbuhan, amiloplast, dengan bentuk dan ukuran yang bergantung pada jenis tanamannya. Amiloplast ini tidak mudah larut dalam air serta tidak berpori. Dipilihnya kentang sebagai topik utama dikarenakan Belanda merupakan salah satu produsen dan pengonsumsi kentang (soalnya penelitiannya kan di Belanda
),
selain itu pula kentang memiliki struktur yang kaku dan bersifat
kristalin. Enzim yang ada hingga saat (yang banyak digunakan) adalah
enzim yang mampu mendegradasi pati yang telah terlarut, pati yang telah
dimodifikasi dan biasanya dimodifikasi dengan menggunakan pemanasan
sehingga berbentuk seperti gelatin. Enzim kebanyakannya bekerja
maksimum dalam suhu yang relatif menengah (meso). Proses gelatinisasi
ini tentunya menggunakan energi yang sangat besar (suhu tinggi)
sehingga kemudian digunakan enzim yang termostabil, enzim yang tahan
dan dapat bekerja di suhu tinggi, oleh karena itu enzim-enzim seperti
ini yang kemudian banyak diupayakan oleh para saintis.
Namun walau demikian, tetap saja dibutuhkan energi yang cukup besar untuk pengolahan pati. Dengan adanya proyek ini, enzim yang mampu mendegradasi pati mentah, diharapkan mampu mengurangi bahkan meniadakan penggunaan suhu tinggi dalam proses pengolahan pati, sehingga energi yang dibutuhkan lebih sedikit dan menghemat biaya.



Nah... alhamdulillah, minggu lalu (sebenernya sih udh dapat sejak akhir taun lalu, tapi dicoba reproducible ato ga)... terbukti dengan jelas lewat SEM... kalo supernatan dari mikroorganisme yang diinkubasi dengan beberapa macam pati mampu mendegradasi pati-pati tersebut, salah satunya dengan terbentuknya pori-pori pada partikel-partikel pati (Gambar atas kiri, kentang yang regular; gambar atas kanan, kentang yang diinkubasi dengan supernatan M. aurum B8.A; gambar kiri, kentang yang diinkubasi dengan supernatan M. aurum DSMZ 8600, mikroorganisme dari supplier bakteri di Jerman). Selain itu, aktivitas yang ada merupakan aktivitas enzim yang unik karena juga udh dikonfirmasi pake mikroorganisme yang sama genus-nya dan ternyata tidak dihasilkan aktivitas yang sama. So... hip...hip... huurayyy... alhamdulillah... bisa juga dapat hasil yang diinginkan walo harus menunggu kurang lebih 10 bulan
fiuhh.... tapi belum bisa bernafas dengan lega... masih banyak kerjaan yang harus dituntaskan.... wish me luck
sekarang sedang berusaha untuk memodifikasi enzim itu sehingga tau apa yang menyebabkan enzim itu bisa membuat pori-pori.
,
nah sekarang yang mo dibahas ya apalagi... kalo bukan hal penelitian
yang sebelumnya udah di-post seminggu yang lalu cuma sekarang bedanya
cuma di-bahasa plus mungkin agak lebih lengkap di sini, mudah-mudahan
lebih mudah dimengerti
.Penelitian yang sedang dilakuin ampe saat ini topiknya adalah enzim, alpha-amylase, dari mikroorganisme Microbacterium aurum yang mampu mendegradasi -mengolah- pati (pati mentah atau raw starch -granular starch-). Kenapa pati mentah dan kenapa mikroorganisme ini yang digunakan? Satu-satu akan dijelaskan walopun mungkin ga akan terlalu mendalam.
Kenapa pati mentah? karena banyak industri yang menggunakan pati sebagai bahan dasar dalam pembuatan berbagai macam produk terutama produk makanan. Terus apa tuh pati? Pati itu merupakan salah satu sumber karbohidrat yang melimpah dan biasanya tersimpan dalam salah satu organel -bagian dari sel- tumbuhan, amiloplast, dengan bentuk dan ukuran yang bergantung pada jenis tanamannya. Amiloplast ini tidak mudah larut dalam air serta tidak berpori. Dipilihnya kentang sebagai topik utama dikarenakan Belanda merupakan salah satu produsen dan pengonsumsi kentang (soalnya penelitiannya kan di Belanda
),
selain itu pula kentang memiliki struktur yang kaku dan bersifat
kristalin. Enzim yang ada hingga saat (yang banyak digunakan) adalah
enzim yang mampu mendegradasi pati yang telah terlarut, pati yang telah
dimodifikasi dan biasanya dimodifikasi dengan menggunakan pemanasan
sehingga berbentuk seperti gelatin. Enzim kebanyakannya bekerja
maksimum dalam suhu yang relatif menengah (meso). Proses gelatinisasi
ini tentunya menggunakan energi yang sangat besar (suhu tinggi)
sehingga kemudian digunakan enzim yang termostabil, enzim yang tahan
dan dapat bekerja di suhu tinggi, oleh karena itu enzim-enzim seperti
ini yang kemudian banyak diupayakan oleh para saintis.Namun walau demikian, tetap saja dibutuhkan energi yang cukup besar untuk pengolahan pati. Dengan adanya proyek ini, enzim yang mampu mendegradasi pati mentah, diharapkan mampu mengurangi bahkan meniadakan penggunaan suhu tinggi dalam proses pengolahan pati, sehingga energi yang dibutuhkan lebih sedikit dan menghemat biaya.

Nah... alhamdulillah, minggu lalu (sebenernya sih udh dapat sejak akhir taun lalu, tapi dicoba reproducible ato ga)... terbukti dengan jelas lewat SEM... kalo supernatan dari mikroorganisme yang diinkubasi dengan beberapa macam pati mampu mendegradasi pati-pati tersebut, salah satunya dengan terbentuknya pori-pori pada partikel-partikel pati (Gambar atas kiri, kentang yang regular; gambar atas kanan, kentang yang diinkubasi dengan supernatan M. aurum B8.A; gambar kiri, kentang yang diinkubasi dengan supernatan M. aurum DSMZ 8600, mikroorganisme dari supplier bakteri di Jerman). Selain itu, aktivitas yang ada merupakan aktivitas enzim yang unik karena juga udh dikonfirmasi pake mikroorganisme yang sama genus-nya dan ternyata tidak dihasilkan aktivitas yang sama. So... hip...hip... huurayyy... alhamdulillah... bisa juga dapat hasil yang diinginkan walo harus menunggu kurang lebih 10 bulan
fiuhh.... tapi belum bisa bernafas dengan lega... masih banyak kerjaan yang harus dituntaskan.... wish me luck
sekarang sedang berusaha untuk memodifikasi enzim itu sehingga tau apa yang menyebabkan enzim itu bisa membuat pori-pori.


.... ooops... actually there was snow (I don't remember exactly when it was), but... (there will always a lot of but...
). Even one of my colleagues said.. "hey... the smile was back" 